
Sirkuit yang dibangun 7tahun yang lalu,ini merupakan sirkuit permanen atau sirkuit yang benar2 untuk balapan,bukan lapangan yang dibuat trek pake ban bekas atau karung, dan ini benar2 keren.
Sirkuit yang letaknya dekat dengan objek wisata Situ Gede, Sejauh ini sudah mengalami dua kali renovasi dan sering digunakan untuk event Kejurda, event club, Yamaha Cup Race, dan Kejuaraan Nasional Balap Motor,” kata H Iyan, pengelola Sirkuit Bukit Peusar. ini rutin dipakai latihan para pembalap dan sering juga dipakai balapan OMR event lokalan,dan pernah juga dipakai event Motorprix pada tahun berapa ya,kalo gak salah pada saat baru diresmikan tahun 2008 sama tahun 2011 dengan panjang 1200 m.
Sejatinya, Sirkuit Mandalika bukan satu-satunya sirkuit di Indonesia. tercatat ada beberapa sirkuit lain yang kerap dijadikan arena kejuaraan balap lokal bertingkat nasional. Salah satunya jiii adalah Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya.
Banyak sekali masyarakat yang antusias menonton acara balapan disirkuit ini dan tiket pun terbilang sangat murah.

Afridza syach munandar, pembalap berbakat yang berasal dari Tasikmalaya.
Afridza ternyata sosok yang pendiam. Ia memutuskan terjun di dunia balap profesional sejak duduk di kelas satu SMP. Kemampuannya ditempa dengan berlatih di Sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya di bawah bimbingan Bayu Aditya, kerabatnya. Hingga akhirnya, Afridza masuk tim balap Kuya Nyuruntul dari Bandung. Hidupnya memang tak bisa dilepaskan dari dunia balap.
Sang anak, Afridza Syach Munandar, 20 tahun meminta restu sebelum balapan di Sirkuit Sepang Malaysia. Untuk membawa nama harum Indonesia.
Tak di sangka, panggilan tersebut merupakan kontak terakhir pembalap asal Kota Tasikmalaya tersebut dengan keluarganya. Afridza meninggal setelah mengalami insiden di sirkuit saat mengikuti kejuaraan Idemitsu Asia Talent Cup 2019.